Hujan di Bulan Juni - Puisi by Sapardi Djoko Damono
HUJAN DI BULAN JUNI Puisi Karya SAPARDI DJOKO DAMONO
Cari Puisi Lainnya di LAGULOELAGUE - Puisi
Berikut Puisi Hujan Di Bulan Juni
HUJAN BULAN JUNI - Puisi
Oleh; Sapardi Djoko Damono
Hujan Di Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Di rahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
Di hapusnya jejak jejak kakinya yang ragu ragu
Di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Di biarkannya yang tak terucapkan
Di serap akar pohon bunga itu
...................................................
Pertemuan
Perempuan mengirim air matanya
Ke tanah tanah cahaya
Ke kutub kutub bulan
Ke landasan cakrawala
Kepalanya di atas bantal
Lembut bagai biang lala
Lelaki tak pernah menoleh
Dan setiap jejaknya
Melebat hutan hutan
Hibuk pelabuhan pelabuhan
Di pelupuknya sepasang matahari
Keras dan fana
Dan serbuk serbuk hujan tiba dari arah mana saja
(Sadar bagi rahim terbuka udara yang jenuh)
Ketika mereka berjumpa di ranjang ini
...................................................
Di Restoran
Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa?
Aku memesan batu di tengah aungai terjal yang deras
Kau entah memesan apa?
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya
Memesan rasa lapar yang asing itu
...................................................
Sementara kita saling berbisik
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas bekas telapak kaki
Menyekap sisa sisa unggun api
Sebelum fajar
Apa yang bersikeras abadi
...................................................
Di Tangan Anak-Anak
Di tangan anak anak
Kertas menjelma perahu sinbad
Yang tak takluk pada gelombang
Menjelma burung
Yang jeritnya membukakan
Kelopak kelopak bunga di hutan
Di mulut anak anak
Kata menjelma kitab suci
Tuan jangan kau ganggu permainanku ini
...................................................
Yang Fana Adalah Waktu
Yang fana adalah waktu, kita abadi
Memungut detik demi detik
Merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari
Kita lupa untuk apa
Tapi yang fana adalah waktu, bukan?
Tanyamu.... Kita abadi
...................................................
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik larik sajak ini
Kau akan tetap ku siasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak di kenal lagi
Namun di sela sela huruf ini
Kau takkan letih letihnya ku cari
...................................................
Aku Ingin
Aku ingin
Mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Di ucapkan kayu pada api
Yang menjadikannya abu
Aku ingin
Mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Di sampaikan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada
.....................
HUJAN DI BULAN JUNI Puisi Karya SAPARDI DJOKO DAMONO
Cari Puisi Lainnya di LAGULOELAGUE - Puisi
Berikut Puisi Hujan Di Bulan Juni
HUJAN BULAN JUNI - Puisi
Oleh; Sapardi Djoko Damono
Hujan Di Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Di rahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
Di hapusnya jejak jejak kakinya yang ragu ragu
Di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Di biarkannya yang tak terucapkan
Di serap akar pohon bunga itu
...................................................
Pertemuan
Perempuan mengirim air matanya
Ke tanah tanah cahaya
Ke kutub kutub bulan
Ke landasan cakrawala
Kepalanya di atas bantal
Lembut bagai biang lala
Lelaki tak pernah menoleh
Dan setiap jejaknya
Melebat hutan hutan
Hibuk pelabuhan pelabuhan
Di pelupuknya sepasang matahari
Keras dan fana
Dan serbuk serbuk hujan tiba dari arah mana saja
(Sadar bagi rahim terbuka udara yang jenuh)
Ketika mereka berjumpa di ranjang ini
...................................................
Di Restoran
Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa?
Aku memesan batu di tengah aungai terjal yang deras
Kau entah memesan apa?
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya
Memesan rasa lapar yang asing itu
...................................................
Sementara kita saling berbisik
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas bekas telapak kaki
Menyekap sisa sisa unggun api
Sebelum fajar
Apa yang bersikeras abadi
...................................................
Di Tangan Anak-Anak
Di tangan anak anak
Kertas menjelma perahu sinbad
Yang tak takluk pada gelombang
Menjelma burung
Yang jeritnya membukakan
Kelopak kelopak bunga di hutan
Di mulut anak anak
Kata menjelma kitab suci
Tuan jangan kau ganggu permainanku ini
...................................................
Yang Fana Adalah Waktu
Yang fana adalah waktu, kita abadi
Memungut detik demi detik
Merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari
Kita lupa untuk apa
Tapi yang fana adalah waktu, bukan?
Tanyamu.... Kita abadi
...................................................
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik larik sajak ini
Kau akan tetap ku siasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak di kenal lagi
Namun di sela sela huruf ini
Kau takkan letih letihnya ku cari
...................................................
Aku Ingin
Aku ingin
Mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Di ucapkan kayu pada api
Yang menjadikannya abu
Aku ingin
Mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Di sampaikan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada
.....................

0 Response to "SAPARDI DJOKO DAMONO - HUJAN DI BULAN JUNI Puisi | Kumpulan Puisi Karya SAPARDI DJOKO DAMONO | LAGULOELAGUE Puisi"
Post a Comment