Menabung Kesucian
Renungan: Cak Nun (Emha Aenun Najib)
Berkatalah kepada dirimu sendiri
Aku ini orang tidak baik
Maka pekerjaanku yang terpenting membuat kebaikan
Kenapa harus membuat kebaikan? Apa sebabnya?
Ya karena aku bukan orang baik
Maka dari itu pekerjaan saya membuat kebaikan
Saya ini orang orang yang tidak murni
Maka saya akan berjuang untuk memurnikan diri saya
Saya ini orang jahat maka pekerjaan saya, menghindari kejahatan,
Sebisa mungkin supaya saya tidak semakin jahat.
Seperti di atas pedomannya, bukan lantas menjadi alim banget seperti tidak ada jahat-jahatnya sedikitpun, yang seperti itu justru lebih bahaya
Kalo anda sudah merasa beres, alim, khusyu itu bahaya, sebab nanti anda tidak akan terdorong untuk menciptakan kebaikan dan kekhusyuan.
Saya bukan orang suci maka saya mencari kesucian semampu diri saya ini.
Anda jadi suci itu tidak akan bisa, tapi kalo anda bisa berarti ada sesuatu hal dalam hidup anda yang anda pakai untuk menabung kesucian.
Menabung kesucian itu gimana?
Contoh nya anda menolong orang di jalan mendorong mobil orang lain yang mogok, mbok di pakai aja untuk nabung Kesucian, asal di niatkan untuk membantu orang tanpa pamrih, ini lumayan buat nyicil kesucian kepada Allah. Kan gitu?
Dengan kita bersih ingin menolong orang lain, dan tiap hari kita mengalami banyak hal yang bisa kita gunakan untuk menabung kesucian.
Dan menabung kesucian kepada Allah itu akan menjadi modal investasi bagi anda di mata Allah swt.
Jika nanti terjadi apa-apa yang darurat anda pasti akan lebih di tolong dari pada orang lain yang investasinya sedikit.
Jadi nanti andaikata anda mengalami situasi yang sangat berbahaya yang orang lain mungkin tak tertolong dan anda tertolong oleh Alah swt. Itu karena apa?
Karena anda punya investasi itu tadi
Nah dalam momentum-momentum peristiwa di kehidupan kita yang bermacam-macam itu semua akam terbukti.
Oleh sebab itu mari kita rajin menabung kesucian-kesucian.
Menabunglah meskipun hanya sekedar 500 rupiah 100 rupiah dan seterusnya dan bersikap baik terhadap orang lain.
Tabunglah kesucian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih.

0 Response to "Renungan "Menabung Kesucian" Emha Aenun Najib"
Post a Comment