Harus Benar Atau Baik?
Oleh; Ehma Ainun Najib "cak nun"
Tidak harus benar kok hidup itu
Asal outputnya baik
Betul tidak
Sebenarnya anda baca Qur'an keliru-kekiru
Dikit tajwidnya nggak apa-apa
Asal kelakuanmu baik
Wong sayidina bilal itu membunyikan syin itu tidak bisa
Dan menurut saya allah tidak rewel2 kok
Yang penting outputmu itu meninggalkan fahsya dan mungkar
Udah selesai tidak ada masalah
Perkara kurang2 dikit orang jawa dari dulu "ngain"
Asyhadu allaa ilaaha illallah
Gitu kalu jawa, bagaimana?
Apa trus malaikat marah? Awas masuk neraka! Ya nggaklah
Ya ndak malaikat kejam amat ya ndaklah
Wong maksudnya laa ilaaha illallah
Maka ketika rasulullah di tanya
Ya rasulullah kenapa bilal engkau di jadikan muadzin
Padahal dia tidak mengucapkan syin
Dia hanya ashadu allaa
Seharusnya kan asyhadu allaa ilaaha illallah
Kan gitu seharusnya bilal nggak
Bilal tidak as gitu saja
Terus rasullullah jawabnya sangat bijaksana simpel dan sangat efektif
Seperti ini loh, pokoknya kalo bilal bilang sin itu maksudnya syin
Gitu aja kok ribet kamu
Jangan rumit2 amatlah
Jangan detail2 amat
Sebenarnya tidak ada yg persis gitu tidak ada
Yg harus persis adalah cintamu, syukur ilmumu
Kalo allah mencintai dan anda mencintai allah maka transaksi menjadi tidak nomor satu
Allah sampai mengatakan latuhaasibnii walaa ukhuaasibtum
Sudahlah kamu jangan ngitung-ngitung rezeki saya jangan menghitung hitung
Hukuman saya
Iklas saja kamu cinta saja maka aku juga tidak akan menghitung hitung dosamu menghitung hitung pahalamu
Kan begitu?
Oleh; Ehma Ainun Najib "cak nun"
Tidak harus benar kok hidup itu
Asal outputnya baik
Betul tidak
Sebenarnya anda baca Qur'an keliru-kekiru
Dikit tajwidnya nggak apa-apa
Asal kelakuanmu baik
Wong sayidina bilal itu membunyikan syin itu tidak bisa
Dan menurut saya allah tidak rewel2 kok
Yang penting outputmu itu meninggalkan fahsya dan mungkar
Udah selesai tidak ada masalah
Perkara kurang2 dikit orang jawa dari dulu "ngain"
Asyhadu allaa ilaaha illallah
Gitu kalu jawa, bagaimana?
Apa trus malaikat marah? Awas masuk neraka! Ya nggaklah
Ya ndak malaikat kejam amat ya ndaklah
Wong maksudnya laa ilaaha illallah
Maka ketika rasulullah di tanya
Ya rasulullah kenapa bilal engkau di jadikan muadzin
Padahal dia tidak mengucapkan syin
Dia hanya ashadu allaa
Seharusnya kan asyhadu allaa ilaaha illallah
Kan gitu seharusnya bilal nggak
Bilal tidak as gitu saja
Terus rasullullah jawabnya sangat bijaksana simpel dan sangat efektif
Seperti ini loh, pokoknya kalo bilal bilang sin itu maksudnya syin
Gitu aja kok ribet kamu
Jangan rumit2 amatlah
Jangan detail2 amat
Sebenarnya tidak ada yg persis gitu tidak ada
Yg harus persis adalah cintamu, syukur ilmumu
Kalo allah mencintai dan anda mencintai allah maka transaksi menjadi tidak nomor satu
Allah sampai mengatakan latuhaasibnii walaa ukhuaasibtum
Sudahlah kamu jangan ngitung-ngitung rezeki saya jangan menghitung hitung
Hukuman saya
Iklas saja kamu cinta saja maka aku juga tidak akan menghitung hitung dosamu menghitung hitung pahalamu
Kan begitu?

0 Response to "Harus benar atau baik? "Emha Ainun Najib""
Post a Comment